Jumat, 08 Oktober 2010

Mengurangi Emisi Karbondioksida

Ada 15 strategi untuk menurunkan emisi karbon. Setiap strategi, jika dilakukan dalam waktu 50 tahun, akan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 1 milyar ton karbon per tahun

1.Meningkatkan efisiensi bahan bakar bagi 2 milyar mobil menjadi dua kali lipat ( dari 30 mil per galon menjadi 60 mil per galon).

2.Mengurangi setengahnya jarak rata-rata per tahun yang ditempuh setiap mobil (dari 10.000 mil ke 5.000 mil). Bisa juga melalui pengembangan transportasi massal.

3.Meningkatkan efisiensi bangunan (heating, cooling, lighting and aplikasi elektronik lainnya) sebesar 25%.

4.Meningkatkan efisiensi pembangkit listrik tenaga batubara dari 40% ke 60%

5.Menangkap dan menyimpan karbon di bawah tanah dari 800 pembangkit atau pabrik skala besar berbahan bakar batu bara atau 1.600 pembangkit atau pabrik skala besar berbahan bakar gas.

6.Memproduksi bahan bakar hidrogen dari turunan batu bara/bahan bakar fosil bagi satu milyar mobil.

7.Memproduksi bahan bakar sintetik dari turunan batu bara sebesar 30 juta barrel per hari.

8.Menggantikan 1.400 pembangkit listrik tenaga batubara skala besar (1 milyar watt) dengan pembangkit listrik tenaga gas.

9.Meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga nuklir menjadi tiga kali lipat.

10.Meningkatkan pembangkit listrik tenaga angin sebesar 25 kali kapasitas yang ada sekarang (atau 2 juta pembangkit tenaga angin kapasitas 1 megawatt).

11.Meningkatkan listrik tenaga surya sebesar 700 kali kapasitas yang ada sekarang (atau 2000 gigawatt).

12.Meningkatkan pembangkit hidrogen tenaga angin, untuk membuat bahan bakar hidrogen bagi mobil, sebesar 50 kali kapasitas yang ada sekarang.

13.Meningkatkan produksi biofuel sebesar 50 kali kapasitas yang ada sekarang.

14.Menghentikan penggundulan hutan atau deforestasi, dan merehabilitasi atau menghutankan kembali 400 juta hektar lahan di daerah temperata atau 300 juta hektar lahan di daerah tropis.

15.Memperluas upaya konservasi tanah tanah pada semua lahan pertanian.


Status emisi karbon global pada 2007 adalah 8 milyar ton per tahun.

Tanpa ada upaya untuk menguranginya, pada tahun 2057 akan mencapai 16 milyar ton per tahun. Berarti menaikan suhu bumi 5 derajat celcius.

Jika kita menjalankan 8 strategi di atas maka suhu bumi naik 3 derajat.

Jika menjalankan 12 strategi maka suhu bumi hanya naik 2 derajat, batas aman kenaikan suhu bumi yang tidak ingin dilampaui oleh para ilmuwan.

Idealnya tentu menjalankan ke 15 strategi tersebut sehingga kenaikan suhu bumi berada di bawah 2 derajat.

Rabu, 06 Oktober 2010

Kolonialisme & Imperialisme

Faktor-faktor yang mendorong orang Eropa mengadakan penjelajahan samudra pada akhir abad ke 16:
  • Jatuhnya kota Konstantinopel tahun 1453 ke tangan penguasa Turki Usmani
  • Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia timur, yaitu perjalanan kembalinya Marco Polo dari negri Cina melalui pelayaran atau lautan
  • Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo, yang menyatakan bahwa bumi itu bulat
  • Penemuan kompas
  • Semangat Reconquesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam dimanapun yang dijumpai
A) Penjajahan Bangsa Spanyol
Christopher Colombus mengajukan permohonan bantuan kepada Raja Spanyol untuk mencari sumber rempah-rempah di dunia timur, dan Raja memberi bantuan 3 kapal, yaitu bernama Pinta, Nina, dan Maria. Ketika Colombus tiba dikepulauan Bahama, ia merasa bahwa dirinya telah sampai di kepulauan Hindia yang merupakan sumber rempah-rempah. Lalu dikepulauan itu tidak ditemukan rempah-rempah. Selanjutnya Kepulauan Bahama lebih dikenal Hindia Barat oleh orang Eropa. Semua daerah yang direbut atau ditaklukan dijadikan daerah jajahan Bangsa Spanyol. Kemudian penjajahan Bangsa Spanyol dilanjutkan oleh Ferdinand Magelhaens. Ia banyak mempelajari pengalaman Colombus ke America. Pada 1519 ia sampai di Kepulauan Filipina, ia menemukan keadaan sedang tegang akibat pertentangan antara kerajaan-kerajaan di Filipina. Magelhaens memihak salah satu kerajaan dan akhirnya ia tewas terbunuh. Selanjutnya rombongan Magelhaens dipimpin oleh Sebastian d'Elcano. Ia memimpin pelayaran ke arah selatan dan sampailah ke Maluku (1521). Namun di Maluku bangsa Portugis telah tiba sejak 1512

Senin, 04 Oktober 2010

Nehh 10 Gejala Pemanasan Global


-Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
-Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
-Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
-Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
-Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
-Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.
-Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub.Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.
-Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.
-Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.
-Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Asap Knalpot Bisa Picu Bunuh Diri


Jangan remehkan dampak polusi udara. Tak hanya membuat kita sulit bernafas. Partikel dalam zat pencemar udara ternyata bisa meningkatkan risiko bunuh diri.

Sebuah studi di tujuh kota di Korea Selatan mengungkap kaitan signifikan antara partikel polusi dan tingkat bunuh diri. Bunuh diri adalah masalah besar di Korea Selatan. Pada 1996, 14 per 100.000 penduduk Korea menghabisi dirinya sendiri.

Angka itu melonjak pada 2006, di mana 23 orang dari 100 ribu warga Korsel bunuh diri. Ini kenaikan paling signifikan di negara maju.

Untuk menyelidiki peran polusi, tim Peneliti Universitas Yonsei, Seoul yang dipimpin Chang Soo Kim menghubungkan catatan 4.000 kasus bunuh diri dengan pengukuran polusi yang disebabkan partikel udara PM 10 -- partikel polusi berdiameter 10 mikrometer atau kurang, termasuk jelaga yang keluar dari knalpot.

Tim menemukan bahwa bunuh diri makin banyak terjadi dua hari pasca lonjakan polusi. Ditemukan bahwa, 9 persen orang yang bunuh diri menyusul lonjakan polusi sekitar 50 persen dari catatan sebelumnya.

Sementara, untuk orang dengan penyakit kardiovaskuler -- yang juga disebabkan polusi udara -- mengalami peningkatan hampir 19 persen.

Keterlibatan polusi udara, tak hanya membuat penderita gangguan pernafasan bertambah parah, atau jumlahnya makin banyak. Tapi, para penderita makin tertekan kejiwaannya. Penelitian Kim juga menunjukkan, partikel PM10 juga dapat menyebabkan peradangan saraf, mempengaruhi kesehatan mental dan juga mekanisme biologis manusia.

Studi oleh tim peneliti Korea berkaitan dengan penelitian tim dari Khaohsiung Medical University, Taiwan pada akhir 1990-an.

Tim yang dipimpin Ying-Chin Ko menemukan bahwa tingkat polusi udara yang tinggi berkaitan dengan penyakit asma 'massal' yang diderita lebih dari 160 ribu anak-anak sekolah di Taiwan.

Menindaklanjuti penelitian itu, para peneliti menemukan bahwa ringkat bunuh diri penderita asma dua kali lipat lebih tinggi. Makin parah gejala yang dimiliki, makin tinggi risiko bunuh diri.

Secara terpisah, David Callahan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat mengatakan, para peneliti baru-baru ini meneliti hubungan antara penyakit pernafasan dan kesehatan mental.

Tahun lalu tim yang dipimpin Callahan menemukan bahwa, 7,5 persen penderita asma menderita penyakit mental serius, sementara 'hanya' 3 persen orang mengalami gangguan mental serius dari populasi secara keseluruhan.

Ini harus jadi perhatian. Kata Callahan orang dengan depresi diketahui lebih buruk dalam mengelola penyakit kronis. Ini berpotensial menyebabkan kemerosotan fisik dan mental.

"Sudah diketahui ada hubungannya, penyakit pernafasan dan kesehatan mental, kita harus bekerja untuk menemukan rantai sebab akibat dan mencari kesempatan untuk mencegahnya."

Minggu, 03 Oktober 2010

Waduk Cirata

guys gw mau kenalin nih tempat yg menurut gw keren banget. Tempat ini adalah sebuah waduk yang namanya Waduk Cirata, waktu tanggal 7 juli kemaren gw kesana, bareng forum yg gw ikutin namanya FPPEA (Forum Pelajar Peduli Energi dan Air). Tempatnya asik, keren, sejuk nih gw kasih tau lengkapnya.

Objek wisata Jangari yang terletak di Desa Bobojong, Kecamatan Mande yang berjarak + 17 km dari pusat kota Cianjur, memiliki luas sekitar 15 ha. Sedangkan Calingcing berlokasi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, sekitar 20 km dari kota Cianjur, dengan luas sekitar 5 ha. Kedua lokasi tersebut sangat strategis karena berada pada titik pertemuan dua lintasan pintu masuk menuju wilayah pengembangan pariwisata Cirata yaitu dari arah Cianjur (Jakarta dan Bogor) serta Ciranjang (dari Bandung) yang memiliki potensi pasar wisatawan yang sangat besar.
Waduk Cirata terbentuk dari adanya genangan air seluas 62km2 akibat pembangunan waduk yang membendung Sungai Citarum. Genangan waduk tersebut tersebar di 3 (tiga) kabupaten, yaitu Kabupaten Cianjur, Purwakarta dan Kabupaten Bandung. Genangan air terluas terdapat di Kabupaten Cianjur, yang kemudian dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata rekreasi berbasis air.
Kawasan Waduk Cirata dengan luas 43.777,6 ha terdiri dari 37.577,6 ha wilayah daratan dan 6.200 ha wilayah perairan. Fungsi utama waduk sebagai pembangkit tenaga listrik dan juga Waduk Cirata dimanfaatkan sebagai area pembudidayaan ikan menggunakan kolam jaring apung., ternyata menimbulkan berbagai kegiatan ikutan yang berkembang di kawasan Cirata, termasuk pariwisata. Dengan memanfaatkan kondisi alam dan lingkungan air yang terbentuk di kawasan ini, potensi daya tarik wisata tersebut berkembang dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke beberapa lokasi di kawasan Waduk Cirata. Beberapa foto-foto Waduk Cirata;

Konservasi

10 Tahun Lagi Danau Limboto Jadi Daratan
Minggu, 3 Oktober 2010 | 18:27 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Jika tak segera ditangani dengan baik, maka keberadaan Danau Limboto di Provinsi Gorontalo diprediksi hanya akan bertahan selama 10 tahun ke depan.

Pakar tata ruang wilayah, Dany Pomanto, mengatakan bahwa prediksi tersebut terbukti dengan makin menyusutnya luas dan kedalaman danau itu dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan, hingga Mei 2010, luas areal danau yang merupakan salah satu ikon Gorontalo tersebut hanya 2.659 hektar.

"Luas danau ini berkurang 228 hektar setiap tahun akibat sedimentasi, serangan gulma enceng gondok, dan makin luasnya areal permukiman di bantaran danau," ungkap arsitek kondang tersebut, Minggu (3/10/2010).

Selain itu, dua daerah aliran sungai (DAS) yang menyokong danau, yakni DAS Limboto dan DAS Bone Bolango pun dalam keadaan kritis. Hal ini terkait penyusutan fungsi 21 sungai yang terdapat di sekitar danau.

"Sepuluh tahun lagi danau ini akan menjadi daratan dan bahkan bisa lebih cepat dari waktu tersebut bila tak ditangani dengan tepat," tambahnya.

Menanggapi masalah itu, Dany mengungkapkan sejumlah gagasan untuk menyelamatkan danau dari kepunahan, di antaranya dengan mengeruk Danau Limboto untuk memulihkan kembali fungsi danau tersebut.

Dua puluh satu sungai yang ada di DAS, kata dia, juga sebaiknya dibuatkan waduk tunggu yang bertujuan untuk menampung air sementara sehingga volume air yang berlebih saat musim hujan tak langsung membanjiri wilayah yang ada di sekitar sungai, termasuk Kota Gorontalo.

Waduk tersebut, kata dia, akan memberi tiga fungsi sekaligus, yakni memulihkan kondisi danau, menjadi cadangan air saat musim kemarau, dan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air.

gangguan pada sendi

  • Keseleo / Terkilir / Sprained
 Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.
  •  Dislocation
 Dislokasi adalah gangguan pada sendi seseorang di mana terjadi pergeseran dari kedudukan awal. 
  •  Artritis / Arthritis
 Artritis adalah radang sendi yang memberikan rasa sakit dan terkadang terjadi perubahan posisi tulang. Salah satu contoh artritis yang terkenal adalah rematik. Dibedakan menjadi ;

·         Artritis Gout
Terjadi karna adanya penimbunan asam urat pada jari-jari tangannya terutama pada sendi-sendi. Sebagai akibatnya ruas-ruas jari akan membesardan terasa sakit jika digerakan.
·         Osteoartritis
Osteoartritis adalah menipisnya tulang rawan sehingga mengalami degenerasi. Sebagai akibatnya terjadi gangguan jika sendi digerakan
·         Artritis Eksudatif
Artritis Eksudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang disebut getah radang. Penyakit ini terjadi karna kuman.
·         Artritis Sika
Artritis Sika adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang digerakkan.
  • Ankilosis / Ankylosis
 Ankilosis adalah gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.